Apa Saja Risiko Investasi Reksa Dana?

  • icon-jam10 Juni 2021
  • icon-share
    Shares

Apa Saja Risiko Investasi Reksa Dana?

Apa Saja Risiko Investasi Reksa Dana?

Setiap investasi pastinya memiliki risiko karena pada prinsipnya, jika kamu menginginkan return yang tinggi, maka risiko yang kamu hadapi juga akan semakin besar (high risk, high return). Namun, setiap investor pastinya menginginkan risiko yang minimum dengan return seoptimal mungkin. Hal ini tentunya juga berlaku pada investasi Reksa Dana. Sehingga, penting bagi kita untuk mengetahui risiko investasi Reksa Dana sebelum menginvestasikan dana kita agar kita dapat mengelola dan meminimalisir segala risiko yang mungkin terjadi.

 

Ketika kita berinvestasi melalui Reksa Dana, kita mungkin akan mengalami risiko berkurangnya Nilai Aktiva Bersih (NAB). Risiko ini dapat timbul jika harga aset (saham, obligasi, atau surat berharga lainnya) di dalam suatu portfolio Reksa Dana menurun. Harga aset dalam suatu portfolio Reksa Dana ini dapat menurun karena beberapa faktor, seperti menurunnya kinerja emiten/perusahaan, faktor kondisi makroekonomi baik nasional maupun global (kenaikan tingkat inflasi, kenaikan tingkat suku bunga acuan, dan defisit neraca berjalan), kondisi politik yang tidak stabil, dan faktor kondisi sosial (bencana alam dan keamanan). Risiko ini dapat diminimalisir oleh manajer investasi melalui prinsip diversifikasi, yaitu menempatkan investasi pada berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

 

Selain itu, Reksa Dana juga memiliki risiko wanprestasi/cidera janji. Ini merupakan risiko yang timbul jika pihak yang terlibat dalam suatu transaksi Reksa Dana tidak dapat memenuhi kewajiban yang tertulis di dalam kontrak. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya nilai investasi kita. Sehingga untuk mengatasinya, penting untuk mencari tahu lebih dalam profil manajer investasi dan bank kustodian yang mengelola produk Reksa Danamu. Terakhir, Reksa Dana juga memiliki risiko likuiditas. Risiko likuiditas timbul jika pembayaran hasil penjualan kembali (redemption) unit penyertaan Reksa Dana tidak dapat dibayarkan oleh manajer investasi. Hal ini dapat terjadi jika aset dalam suatu portfolio Reksa Dana sulit untuk dicairkan yang membuat manajer investasi pun juga sulit untuk menjual kembali portfolio Reksa Dana dalam waktu yang singkat. Sehingga, hal ini dapat menyebabkan pembayaran hasil investasi kepada investor tertunda. Selain itu, risiko likuiditas ini juga dapat terjadi akibat force majeure yang mana dapat menyebabkan penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana terhenti sementara. Sehingga untuk mengatasinya, kita perlu menilai manajer investasi yang dipilih berdasarkan seberapa besar dana kelolaannya (AUM).

 

Nah setelah mengetahui risiko investasi Reksa Dana di atas, sekarang yang perlu kamu lakukan adalah memilih manajer investasi yang terbaik dan terpercaya dengan tetap mengelola risiko Reksa Danamu dengan baik agar kamu dapat memperoleh hasil yang maksimal di kemudian hari. Kamu perlu memilih manajer investasi dengan reputasi yang baik yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, seperti Mandiri Investasi yang merupakan afiliasi dari salah satu bank umum terbesar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri, yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga, setiap kegiatan yang dilakukan oleh Mandiri Investasi pastinya terpantau dan mengikuti seluruh peraturan baik dari Bank Mandiri maupun OJK. Jadi, yuk jangan takut untuk memulai investasi Reksa Dana dari sekarang karena investasi Reksa Dana di Mandiri Investasi atau dengan aplikasi Moinves sangat mudah dan aman. Selain itu, investasi Reksa Dana juga banyak sekali loh keuntungannya. Sudah tahu belum? Yuk cek selengkapnya disini.

Written by

Belajar Reksa Dana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *