#WMR 29 Maret – 1 April 2021

  • icon-jam06 April 2021
  • icon-share
    Shares

#WMR 29 Maret – 1 April 2021

Highlight

 

IHSG kembali terpuruk pada minggu lalu yang turun sebesar 2,97% dalam sepekan. IHSG mengalami tekanan selama bulan Maret yang mengalami penurunan 4,1% mtd setelah mengalami kenaikan 6,47% mtd pada bulan Februari. Dari sisi yield obligasi pemerintah 10 tahun naik tipis 1,2 bps dalam seminggu menjadi 6,76%. Kenaikan yield pada bulan Maret sebesar 21,6 bps tidak setinggi kenaikan pada bulan Februari sebesar 34,1 bps namun lebih tinggi dari kenaikan Januari 16,0 bps.

Berita domestik yang menarik adalah PMI Manufacturing bulan Maret mencapai 53,2 dari sebelumnya 50,9 di Februari. Sementara itu, inflasi masih flat di 1,37% di Maret dibanding 1,38% di Februari dan inflasi inti turun cukup banyak dari 1,53% pada Februari menjadi 1,21% pada Maret. PMI Manufacturing China masih mengalami penurunan menjadi 50,6 pada Maret dari 50,9 bulan sebelumnya. Berbeda dengan China, PMI Manufacturing Amerika Serikat tetap kuat mencapai 59,1 pada Maret dari 58,6 bulan sebelumnya. Begitu pula dengan Uni Eropa yang mencapai 62,5 pada Maret dari 57,9 bulan sebelumnya. Unemployment rate Amerika Serikat bulan semakin baik yang menyentuh 6,0% dari 6,2% pada bulan sebelumnya.

 

Picture of the week

 

Spending and revenue measures in the Biden infrastructure plan (over 10 yrs)

 

Spending
Transportation infrastructure and electric vehicles: $ 621 bn
Green housing, schools, power and water upgrades: $ 561 bn
Manufacturing subsidies, R&D: $ 480 bn
Elder and disability care: $ 400 bn
Broadband and job training: $ 200 bn

 

Revenue
Corporate tax increase: $ 695 bn
Global minimum tax increase: $ 495 bn
Repeal tax loophole for intangible income: $ 217 bn
End fossil fuel tax breaks and anti –inversion measures: $54 bn

 

Setelah berhasil meluncurkan stimulus ekonomi sebesar US$ 1,9 triliun pada bulan Maret 2021, Presiden Amerika Serikat melanjut paket jumbo berikutnya yaitu proposal pembangunan infrastuktur senilai US$ 2,3 triliun. Joe Biden mengatakan bahwa dengan rencana ini akan membawa Amerika Serikat memenangkan kompetisi ekonomi melawan China. Selain itu, rencana ini memberikan kesempatan kerja yang lebih besar bagi rakyat Amerika Serikat. Pembiayaan rencana ini adalah melalui pajak yang akan dinaikan dari 21% menjadi 28%, dimana angka tersebut tetap lebih rendah dari masa Presiden Obama di level 35%. Rencana ini masih mendapat banyak tantangan dan pedebatan. Namun sepertinya rencana ini baru akan terjadi pada kuartal ketiga 2021.

 

Important Date

 

  • 7 Apr – Cadangan Devisa Indonesia
  • 5 – 11 Apr – IMF/World Bank Spring Meeting
  • 8 Apr – US FOMC Minutes

 


 

PRODUK 6M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +0,5% +21,0%
Saham
MITRA -4,1% +17,9%
ASEAN5 -4,8% +11,8%
MGSED -0,1% +8,7%
Pendapatan Tetap
MIDU -0,92% +2,78%
MINION -1,30% -1,59%
MIDO2 -4,78% +2,18%
IDAMAN -1,52% -0,66%

 



Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *