Pasar tertekan risiko geopolitik dan inflasi. Indonesia hadapi tekanan fiskal, investor beralih ke aset defensif global.
Pasar global rebound terbatas risiko geopolitik, IHSG menguat tipis, strategi fokus aset quality dan komoditas defensif.
IHSG rebound didukung respons pemerintah, sementara risiko global dan sentimen asing masih membayangi strategi defensif.
Pasar Indonesia tertekan oleh sentimen MSCI dan global, sementara strategi defensif dan aset USD menjadi fokus investor.
Tekanan MSCI memicu koreksi tajam IHSG, sementara pasar menanti kepastian reformasi dan arah kebijakan global.
Pasar Indonesia terkoreksi di tengah volatilitas global, namun prospek ekonomi tetap solid didukung kebijakan dan belanja pemerintah.
Pasar Desember 2025 dipengaruhi pemangkasan FFR, divergensi bank sentral global, serta penguatan fundamental ekonomi Indonesia.
Pasar global tertekan geopolitik dan The Fed, namun rotasi ke EM dan reli komoditas menopang IHSG dan arus dana asing.
Pasar global tetap kuat di tengah risiko geopolitik, sementara Indonesia diuntungkan oleh rotasi EM dan arus asing.
Bank Indonesia menaikkan yield SRBI dan suku bunga deposito, menjaga stabilitas rupiah dan menjadikan pasar uang tetap menarik di 2026.













