Pasar global menguat didorong AI dan meredanya tensi Timur Tengah, sementara pasar domestik tertekan kebijakan dan rupiah.
Pasar cenderung hati-hati di tengah kenaikan inflasi AS, menanti arah kebijakan The Fed dan dampak rebalancing MSCI Indonesia.
Pasar global menguat didorong optimisme AI, sementara Indonesia menghadapi tekanan rupiah dan risiko geopolitik.
Pasar global menguat, namun Indonesia tertekan oleh pelemahan rupiah di tengah sikap hawkish The Fed dan risiko global.
Pasar melambat di tengah ketidakpastian, sementara Indonesia terkoreksi tajam akibat pelemahan rupiah dan sentimen MSCI.
Pasar menguat didorong kinerja emiten, namun volatilitas tinggi akibat tensi AS-Iran dan lonjakan harga minyak global.
Pasar rebound didorong meredanya tensi, namun risiko meningkat saat negosiasi AS-Iran gagal, menekan inflasi dan volatilitas.
Pasar global rebound seiring meredanya konflik Iran, namun risiko inflasi dan outflow asing masih membayangi Indonesia.
Pasar terkoreksi akibat konflik Iran. Indonesia relatif stabil, investor fokus pada aset berkualitas dan portofolio terdiversifikasi.
Ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak menekan pasar global, memicu volatilitas serta risiko inflasi bagi ekonomi dunia.













