Moinves Today : Investing in the Digital Era bersama Annissa Sagita dan Lala Karmela

  • icon-jam26 April 2018
  • icon-share
    Shares

Moinves Today : Investing in the Digital Era bersama Annissa Sagita dan Lala Karmela

Yogyakarta, 20 April 2018 – Masa depan generasi muda dihadapkan pada ancaman nyata yaitu inflasi. Kenaikan harga yang terjadi secara terus menerus akan menggerus nilai uang. Tanpa investasi uang yang dimiliki generasi milenial ini akan kalah dengan inflasi.

“Tahun ini biaya hidup dalam sebulan berkisar antara lima juta rupiah, dengan inflasi 11-12% per tahun menurut perhitungan kami biaya hidup 25 tahun lagi akan menjadi 85 juta rupiah,” ujar pakar perencana keuangan, Annisa Sagita, ST. RFC, pada Diskusi ‘Sehat Finansial di Era Digital’ yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) pada Jumat (20/4) di Digilib Café, Fisipol UGM.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa UGM diberi pengetahuan pengelolaan keuangan dengan investasi. Annisa menuturkan kemampuan mengelola keuangan tidak sebanding dengan besarnya penghasilan, semakin besar penghasilan tidak berarti semakin baik pengelolaannya.

Annisa mengajak mahasiswa untuk berinvestasi sedini mungkin. Untuk dapat berinvestasi ia mengimbau  mahasiswa untuk sehat secara finansial agar terlindungi dari risiko keuangan dan tujuan keuangan tercapai. Sehat keuangan dapat dicirikan dengan tidak adanya utang konsumtif atau utang sesuai aturan, aliran keuangan setiap bulan lancar dan bisa menabung. Investasi dapat digunakan untuk rencana sekolah, dana pensiun, dan atau perencanaan besar lainnya.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa, mengatakan investasi terbaik dilakukan saat muda. Ia menuturkan ada tiga fase usia krusial yang akan menentukan hidup seseorang.

Usia 25 adalah rata-rata orang mulai bekerja dan mendapat penghasilan, pada saat inilah tujuan keuangan harus mulai direncanakan. Fase kedua adalah 55 tahun yaitu usia pensiun, dan fase terakhir 85 tahun yang merupakan usia hidup rata-rata.

“Pada usia produktif 25-55 tahun ini adalah saat mengumpulkan kekayaan dan berinvestasi, sehingga memasuki usia 55 kita dapat pensiun dengan tenang. Tetapi jika usia 40-45 baru memikirkan investasi, itu sangat terlambat,” ujar Alvin.

Ia pun menuturkan saat ini berinvestasi bisa dilakukan  lebih mudah dan sangat terjangkau. “Kalau dulu harus punya modal besar untuk bisa investasi, sekarang dengan uang sepuluh ribu sudah bisa untuk beli saham. Kemajuan teknologi juga turut memudahkan cara berinvestasi, saat ini semua sudah serba digital,” paparnya.

Dalam diskusi tersebut dikenalkan terobosan baru investasi berbasis aplikasi, yaitu Moinves dari MMI yang sesuai dengan gaya anak muda saat ini. Nasabah dapat melakukan transaksi reksa dana secara online melalui aplikasi tersebut. Salah satu produk yang ditawarkan dalam Moinves adalah Mandiri Investa Cerdas Bangsa yang juga Endowment Fund UGM. (Humas UGM/Linda)

 

source : https://ugm.ac.id/id/berita/16060-mahasiswa.harus.berinvestasi.sejak.dini

Written by

Abdel Jabbar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *