Tawarkan Pilihan Investasi All-Weather Fund bagi Investor, Mandiri Investasi luncurkan Reksa Dana berbasis Obligasi Pemerintah Indonesia

  • icon-jam22 Agustus 2019
  • icon-share
    Shares

Tawarkan Pilihan Investasi All-Weather Fund bagi Investor, Mandiri Investasi luncurkan Reksa Dana berbasis Obligasi Pemerintah Indonesia

Jakarta, 20 Agustus 2019 – Imbal hasil Obligasi Pemerintah Indonesia merupakan salah satu yang cukup menarik di dunia. Apalagi saat ini Indonesia baru saja mendapatkan kenaikan peringkat 1 (satu) notch di atas investment grade dari S&P menjadi BBB dengan outlook stable yang menggambarkan bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat. Beberapa lembaga pemeringkat lainnya seperti Moodys dan Fitch juga telah menempatkan Indonesia pada level layak investasi (investment grade).

Namun demikian, kondisi twin deficit yang dihadapi Indonesia menjadi penyebab tingginya premi  risiko  untuk  memegang  instrumen  berdenominasi  Rupiah.  Hal ini  tercermin  pada selisih  yang  cukup  lebar  antara  imbal  hasil  antara  SUN  berdenominasi  Rupiah  dan  SUN berbasis  USD.  Tingginya volatilitas nilai tukar ini  seringkali membuat investor cenderung memilih  berinvestasi  pada  Obligasi  Pemerintah  Indonesia  dengan  denominasi  USD  untuk meminimalisir risiko pelemahan Rupiah. Tentu   saja   tidak   semua   investor   dapat   berinvestasi  di  SUN  berdenominasi  USD  karena  diperlukan  nominal  investasi  yang  sangat  besar  untuk melakukan pembelian.

PT  Mandiri  Manajemen  Investasi  (“Mandiri  Investasi”)  memberikan  solusi  kepada  para investor  yang  ingin  melakukan  hedging  dan  diversifikasi  pada  aset  yang  berbasis  Rupiah dengan  meluncurkan  produk  Reksa  Dana  Obligasi  berbasis  Rupiah  dimana  sebagian  besar asetnya  akan  berinvestasi  di  SUN  berdenominasi  USD.  Dengan produk  ini,  investor diharapkan  dapat  meraih  hasil  yang  optimal  baik  di  saat  USD  maupun  harga obligasi mengalami penguatan (All-Weather Fund). Produk ini adalah Reksa Dana Mandiri Investasi Obligasi Nasional.

Reksa Dana Mandiri Investasi Obligasi Nasional ini merupakan Reksa Dana Pendapatan Tetap berdenominasi Rupiah yang memiliki kebijakan investasi 80%-100% di Obligasi dan 0%-20% di Instrumen Pasar Uang. Reksa Dana yang baru diluncurkan 30 Juli 2019 yang lalu ini memiliki fitur-fitur yang sangat menarik. Yang pertama adalah Reksa Dana dapat memberikan fleksibilitas yang optimal di tengah berbagai macam situasi pasar melalui kebijakan investasinya yang luas untuk dapat berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia baik yang berdenominasi USD maupun dengan denominasi Rupiah. Yang kedua adalah Reksa Dana ini termasuk Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan risiko kredit yang rendah karena Reksa Dana ini berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir semenjak The Fed melakukan kebijakan tapering off, pasar modal di negara berkembang termasuk Indonesia mengalami volatilitas yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan prospek pertumbuhan antara negara maju dan negara yang sedang  berkembang,  tercermin  pada  mengalirnya  kembali  arus  dana  asing dari  negara  berkembang  ke  negara  maju  terutama Amerika Serikat  yang  juga  diikuti  oleh  melemahnya nilai tukar negara berkembang. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, dimana nilai tukar Rupiah mengalami  pelemahan  sejak  tahun  2013.  Dalam periode tersebut,  kami  melihat adanya korelasi positif antara pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap pergerakan IHSG dan indeks obligasi  Rupiah.  Di saat Rupiah menguat  biasanya  diikuti  oleh  penguatan  IHSG  dan pasar  obligasi  tapi  begitu  pula  sebaliknya  pada  saat  Rupiah  melemah  juga  diikuti  oleh melemahnya IHSG dan juga harga obligasi. Sehingga instrumen yang berbasis USD menjadi salah satu kelas aset yang dapat dijadikan instrumen untuk hedging.

Sehubungan  dengan  hal  tersebut,  tujuan  investasi  pada  Reksa  Dana  Mandiri  Investasi Obligasi  Nasional  ini  adalah  berinvestasi  pada  instrumen  Obligasi  Pemerintah  Indonesia berdenominasi  USD  sebagai  strategi  yang  utama  serta  dapat berinvestasi pada obligasi negara berbasis Rupiah apabila diperlukan. Sehingga Reksa Dana ini diharapkan dapat  memanfaatkan  momentum  atas  kondisi  pasar  yang  sedang  terjadi untuk mendapatkan kinerja yang optimal.

Produk ini dapat menjadi pilihan investor untuk menghadapi segala kondisi pasar baik pada saat kondisi pasar mengalami bearish maupun bullish serta untuk para investor yang memiliki kebutuhan investasi dalam USD melalui instrumen Obligasi Pemerintah Indonesia.

Hingga Juli 2019, Mandiri Investasi berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 49,4 Triliun. Sementara untuk total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Pengelolaan Dana Nasabah Individual hingga Juli 2019 mencapai sebesar Rp 56,5 Triliun.

Mandiri Investasi terus berkomitmen untuk tumbuh lebih baik dan terus mengembangkan kapabilitas, sesuai visi Mandiri Investasi untuk menjadi “The Most Innovative and Leading Asset Management Company in Indonesia”. Mandiri Investasi senantiasa memberikan solusi investasi dengan produk yang inovatif disertai hasil yang optimal untuk memenuhi kebutuhan para Investor.

Written by

Corporate Secretary Dept.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *