Mandiri Investasi Market Outlook 2019 : Sunshine After The Rain

  • icon-jam15 Februari 2019
  • icon-share
    Shares

Mandiri Investasi Market Outlook 2019 : Sunshine After The Rain

Hingga akhir tahun 2018, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun. Sementara untuk total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Pengelolaan Dana Nasabah Individu di akhir tahun 2018 Mandiri Investasi mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp 53,4 Triliun.

Dengan pencapaian AUM Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun tersebut (termasuk KIK EBA dan RDPT), market share Mandiri Investasi di Industri Reksa Dana mencapai 9,1% dan berhasil menjaga posisi no. 1 di peringkat AUM Industri Reksa Dana nasional (sumber: Infovesta).

Dari sisi komposisi AUM Reksa Dana per asset class, komposisi AUM Reksa Dana Mandiri Investasi per Desember 2018 masih di dominasi oleh Reksa Dana Terproteksi dengan kontribusi AUM mencapai 34%. Diikuti oleh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap yang masing-masing berkontribusi sebesar 18% dan 14%.

Di tahun 2018 Mandiri Investasi juga telah meluncurkan beragam Investasi Alternatif yaitu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total Rp 2 Triliun, yang merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat dengan rute Jeddah dan Madinah sebagai underlying. Selain itu, Mandiri Investasi juga menerbitkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIET) dengan nilai total Rp 1,97 Triliun untuk pembiayaan infrastruktur jalan tol Trans Jawa.

Tidak hanya hal diatas, Mandiri Investasi juga melakukan terobosan dengan menyediakan akses investasi ke offshore market yang dilakukan melalui kerjasama dengan Aset Manajemen dan Private Bank Global yaitu Lombard Odier.

Rencana Tahun 2019

Di tahun 2019, Mandiri Investasi melihat bahwa tahun ini merupakan tahun yang penuh optimisme. Rilisnya data pertumbuhan PDB Indonesia menunjukkan bahwa perekonomian domestik mengalami akselerasi dari tingkat 5.07% yoy pada tahun 2017 menjadi 5.17% yoy pada tahun 2018. Terjaganya daya beli konsumen di tengah meredanya tekanan eksternal akan menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada kuartal pertama tahun ini. Di sisi lain, stabilnya perekonomian negara berkembang dan kebijakan Bank Sentral AS yang diharapkan lebih akomodatif di tahun ini akan memberikan sentimen positif bagi kelas aset negara berkembang.

Hal ini merupakan momentum bagi Mandiri Investasi untuk terus meningkatkan kinerja produk-produk Reksa Dana. Dengan kondisi pasar modal yang diharapkan lebih bergairah di tahun ini, asset class yang dapat menjadi pilihan investor untuk berinvestasi antara lain adalah Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. Adapun produk Mandiri Investasi yang menjadi unggulan di Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana Mandiri Investa Equity ASEAN5 Plus (ASEAN5+) dan Reksa Dana Mandiri Investa Equity Dynamo Factor (DYNAMO). Sedangkan untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana Mandiri Investa Dana Utama (MIDU). Sebagai jawaban kami kepada minat investor terhadap produk investasi alternatif, Perseroan berencana akan menerbitkan beberapa produk alternatif lainnya di tahun 2019 seperti KIK-DINFRA dan KIK-EBA lainnya.

Mandiri Investasi berkomitmen untuk tumbuh lebih baik dan terus mengembangkan kapabilitas, sesuai visi Mandiri Investasi untuk menjadi “The Most Innovative and Leading Asset Management Company in Indonesia”. Mandiri Investasi senantiasa memberikan solusi investasi dengan produk yang inovatif disertai hasil yang optimal untuk memenuhi kebutuhan para Investor.

Written by

Abdel Jabbar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *