Mandiri Investasi targetkan Total Dana Kelolaan Rp 66 Triliun di 2020

  • icon-jam06 Maret 2020
  • icon-share
    Shares

Mandiri Investasi targetkan Total Dana Kelolaan Rp 66 Triliun di 2020

Jakarta (5/3/2020). PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) hari ini mengadakan Market Outlook dengan tema The Wind of Change: Surviving The Age of Disruptions di Ritz Carlton Pacific Place. Acara ini dibuka oleh Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa; dengan keynote speaker Dr. Mohammad Ikhsan (Staf Khusus II Menteri BUMN); guest speaker Prof. Rhenald Kasali, Ph.D (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan Pendiri “Rumah Perubahan”); dengan panelis Dionisius Nathaniel (Chief Marketing Officer Traveloka), Eddi Danusaputro (Direktur Utama PT Mandiri Capital Indonesia), dan Aldo Perkasa (Deputy CIO Mandiri Investasi).

Acara ini mengulas bagaimana investor di Indonesia bersiap dalam menghadapi era disruptions dari pakar-pakar tersebut, serta bagaimana Mandiri Investasi menyediakan solusi investasi yang inovatif untuk para investor. Dalam mempertahankan posisi Perseroan sebagai salah satu market leader di industri Reksa Dana Nasional, Mandiri Investasi telah menyiapkan complimentary ecosystem agar para investor tetap dapat berinvestasi secara optimal di tengah situasi perekonomian global dan nasional saat ini.

“Mandiri Investasi telah menyiapkan berbagai ekosistem dalam mensiasati era disruptions ini. Contohnya kami memiliki produk Reksa Dana yang memiliki fitur pencairan di hari yang sama (same-day settlement atau ‘T+0’) yang dikenal dengan nama Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU2). Reksa Dana ini untuk mendukung ekosistem digital dengan menyasar e-wallet dari industri fintech. Selain itu Mandiri Investasi juga telah memiliki produk Reksa Dana all weather fund yaitu Reksa Dana Mandiri Investasi Obligasi Nasional bagi investor yang ingin memilliki fleksibilitas untuk berinvestasi dalam surat utang negara berdenominasi USD dan/atau Rupiah” menurut Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama Mandiri Investasi.

“Tidak hanya itu, kami juga memiliki produk Reksa Dana yang telah di revamp dengan tema global disruption yaitu Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED) yang berinvestasi pada  portofolio Efek Syariah Luar Negeri yang memiliki kemampuan untuk melakukan disruptions pada level global. Mandiri Investasi juga memiliki produk yang memberikan disruptions kepada produk konvensional industri Reksa Dana yaitu produk-produk Investasi Alternatif seperti KIK EBA, KIK DINFRA, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Di tahun ini, kami juga berencana menerbitkan produk inovatif Investasi Alternatif lainnya yaitu KIK EBA Syariah dan DINFRA lanjutan” lanjut Alvin.

Hingga akhir tahun 2019, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 44,9 Triliun. Sementara untuk total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Produk Investasi Alternatif, Pengelolaan Dana Nasabah Individu, serta AUM dari Mandiri Investment Management Singapore (MIMS) di akhir tahun 2019 mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp 63,4 Triliun.

Berlatar belakang kondisi global yang cenderung positif akan menjadi modal yang baik untuk pergerakan pasar keuangan di 2020, khususnya untuk kelas aset berisiko tinggi seperti saham. Di sisi lain, diperkirakan kebijakan moneter yang cukup longgar dari bank sentral AS juga masih akan tetap berlanjut, sehingga Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melakukan satu atau dua kali pemotongan suku bunga di tahun 2020 yang akan berdampak positif bagi kelas aset pendapatan tetap.

Dengan strategi tersebut diatas, Mandiri Investasi optimis targetkan Total Dana Kelolaan tembus hingga Rp 66 Triliun di tahun 2020.

Written by

Corporate Secretary Dept.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *