Menyasar e-wallet industri fintech, Mandiri Investasi luncurkan Reksa Dana Pasar Uang dengan Fitur T+0

  • icon-jam22 Mei 2019
  • icon-share
    Shares

Menyasar e-wallet industri fintech, Mandiri Investasi luncurkan Reksa Dana Pasar Uang dengan Fitur T+0

Dari waktu ke waktu, Industri Digital di Indonesia terutama pada bidang jasa layanan keuangan atau yang sering disebut financial technology (fintech) seperti dompet digital (ewallet) yang merupakan bagian dari ekosistem ecommerce online atau platform transportasi online dan juga industri Peer-to-peer lending (P2P) terus memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat. Melihat kebutuhan dan tren pertumbuhan ini, maka Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi), didukung oleh Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) sebagai bank kustodian, berinovasi dan meluncurkan produk Reksa Dana Pasar Uang dengan likuiditas lebih tinggi, yaitu Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU2). MIPU2 yang memiliki fitur pencairan (redemption) T+0 yang dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi para pengguna jasa layanan keuangan berbasis teknologi ini.

 

Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (“MIPU2”) berbeda dengan Reksa Dana pasar uang konvensional di pasar, karena menawarkan tingkat likuiditas yang lebih tinggi, yaitu pencairan dana di hari yang sama dengan saat order transaksi dilakukan, atau disebut dengan T+0. Pembelian Reksa Dana MIPU2 ini cukup atraktif karena dimulai hanya dari Rp10.000, sehingga merupakan investasi yang dapat dijangkau bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan tingkat risiko rendah. Fitur T+0 ini dapat dilakukan melalui strategi pengelolaan MIPU2 yang berinvestasi pada instrumen pasar uang yang sangat likuid sehingga dana dari pencairan unit penyertaan bukan dari fasilitas atau penalangan, tetapi merupakan dana hasil order transaksi penjualan unit (redemption) investor yang akan dikreditkan oleh bank kustodian ke rekening bank nasabah dihari yang sama, dengan cut-off-time order transaksi jual pada jam pukul 10 pagi dimana investor akan mendapatkan dana hasil penjualan unit penyertaan dengan Nilai Aktiva Bersih hari yang sama.

 

“Produk ini sangat inovatif dikarenakan likuiditasnya yang sangat tinggi dengan waktu transaksi T+0 dan investasinya sangat terjangkau dan mudah dilakukan. Produk Reksa Dana T+0 ini baru pertama kalinya diluncurkan di pasar modal Indonesia” menurut Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama Mandiri Investasi.

 

Sebagai pembanding, saat ini dana dari hasil pencairan unit reksa dana pada umumnya baru dapat diterima oleh investor pada T+1 sampai T+3, atau satu sampai tiga hari setelah pencairan dilakukan. Dengan demikian fitur pencairan T+0 yang ditawarkan MIPU2 merupakan aspek yang sangat menarik bagi calon investor.

 

Untuk mendukung hal ini, Mandiri Investasi bekerja sama dengan Standard Chartered Bank sebagai bank kustodian. “Sebagai bank internasional dengan pengalaman lebih dari 155 tahun di Indonesia dan salah satu yang pertama mendapatkan lisensi bisnis kustodian dari OJK, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dengan terobosan produk dan layanan yang menjawab kebutuhan dan dinamika masyarakat,“ jelas Rino Donosepoetro, CEO Standard Chartered Bank Indonesia. “Kami senang sekali dapat menjadi mitra strategis Mandiri Investasi dalam meluncurkan reksa dana pertama di Indonesia dengan fitur T+0. Kemitraan ini merupakan bukti nyata peran kami dalam turut dalam turut mengembangkan investasi di industri pasar modal Indonesia, khususnya untuk pasar ritel. Ini juga sejalan dengan salah satu visi kami yaitu untuk menjadi bank kustodian nomor 1 di Indonesia.”

 

Saat ini, produk MIPU2 hadir di online platform milik Mandiri Investasi yaitu MOINVES dan akan juga segera diluncurkan di beberapa partner Agen Penjual Reksa Dana (APERD) terpilih. Tidak berhenti sampai disitu, dalam waktu dekat Mandiri Investasi akan bekerjasama dengan beberapa platform online ternama di Indonesia untuk menyasar digital wallet guna mengoptimalkan dana-dana idle para pengguna melalui produk MIPU2 ini

 

Produk investasi ini sangat aman karena dikelola oleh Mandiri Investasi dan diawasi oleh OJK. Mandiri Investasi memiliki visi menjadi manajer investasi terdepan dan terinovatif di Indonesia hingga 1Q19 memiliki total dana kelolaan sejumlah Rp 55,3 Triliun.

Written by

Corporate Secretary Dept.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *