Weekly Market Recap 16 – 20 Oct 2023

  • icon-jam1 years ago
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 16 – 20 Oct 2023

Highlight  ‌

 

Saham domestik turun dalam mengikuti penurunan saham global yang jatuh dalam selama seminggu. IHSG turun 1,1% wow menjadi 6.849 dan LQ45 turun 3% wow menjadi 911. Indeks global S&P, Nasdaq dan Stoxx (EU) bergerak -2,4% wow, -3,5% wow dan -3,6% wow masing – masing. Penurunan tersebut merupakan dampak dari bond yield dari US Treasury yang naik tajam 30 bps mendekati 5%. IndoGb yield naik 38 bps menjadi 7,1%. Kondisi ini membuka peluang bagi investor saham dan obligasi untuk mengambil kesempatan di pasar modal menjelang akhir tahun yang cenderung menguat.

China mencatatkan pertumbuhan PDB kuartal ketiga 2023 di 4,9% yoy, turun dari 6,3% yoy di kuartal kedua 2023. Di sisi lain, inflasi di Eropa pada September 2023 semakin menurun menjadi 4,3% yoy, dari 5,2% yoy di bulan Agustus 2023. Sama halnya dengan inflasi inti Eropa yang semakin rendah 4,5% yoy di September 2023 dari sebelumnya 5,3% yoy.

Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca dagang USD 3.42 miliar bulan September 2023 dengan nilai ekspor turun 16,2% yoy dan nilai impor turun 12,5% yoy. Bank Indonesia akhirnya menaikan suku bunga acuan BI 7DRRR sebanyak 25 bps menjadi 6,00%. Sama halnya dengan deposit facility rate dan lending facility rate yang naik 25 bps masing – masing menjadi 5,25% dan 6,75%. Pertumbuhan kredit bulan September 2023 berada pada level 8,96% yoy, turun dari 9,06% yoy di Agustus 2023.

 

Picture of the week

 

 

BI menaikan suku bunga acuan kedua kali pada tahun ini sebanyak 25 bps menjadi 6% pada bulan Oktober 2023, di mana kenaikan terakhir kali sebanyak 25 bps terjadi di Januari 2023. Kenaikan ini adalah isyarat yang terus diberikan oleh BI bahwa bank sentral selalu memperhatikan kestabilan nilai Rupiah. BI mengantisipasi kenaikan FFR (Fed Fund Rate) di AS yang kemungkinan besar akan terjadi di bulan November 2023 sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Melihat siklus kenaikan FFR sebelumnya(Pic 1), maka terlihat bahwa UST yield dapat turun (harga bond naik) setelah terminal FFR tercapai. The Fed akan kembali bersidang untuk menentukan FFR pada 2 November 2023 dan pasar global berharap bahwa kenaikan FFR di saat itu adalah kenaikan terakhir kali (terminal rate) pada siklus pengetatan kebijakan moneter kali ini. Dengan pandangan itu, UST yield diharapkan akan berbalik arah dari posisi saat ini di 5%.

 

 

Di sisi lain, melihat statistik sebelumnya total return dari Bindo Index sejak 2019 selalu positif dan tahun 2023 cukup baik (Pic 2). Kami melihat koreksi dalam pada saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global sehingga kami kembali menyerukan untuk memiliki RD IDAMAN RD MIDO 2 dan RD MIDU.

 

Important Date

 

  • Thursday, 26 October 23′
    EU: ECB rate Oct23.
  • Friday, 27 October 23′
    US: PCE Sep23

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -0.2% +0.0%
LQ45 -5.2% -2.7%
Saham
MITRA -4.7% +1.9%
MICB -3.2% +2.7%
ASEAN5 -5.6% -0.5%
MGSED -5.8% +11.2%
Index
FTSE -6.0% -0.6%
ETF
XMLF -5.0%
Pendapatan Tetap
MIDU -1.50% +1.36%
MINION -5.17% -5.67%
MIDO2 -3.83% +1.73%
IDAMAN -3.32% -2.41%

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505 ‌
‌Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves – www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Willy Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *