Equity Market Commentary : April 2023

  • icon-jam1 years ago
  • icon-share
    Shares

Equity Market Commentary : April 2023

Positioning (Global Equity Market)

Setelah rally kuat pada akhir Maret 2023, investor global menunggu sinyal baru dari The Fed tentang apakah suku bunga acuan perlu dinaikkan lebih lanjut. Saham berkapitalisasi besar yang menjadi faktor pendorong indeks saham AS, sementara saham berkapitalisasi lebih kecil dan aset lainnya mengalami penurunan. Itu menunjukkan risk-off mode yang didorong oleh faktor kekhawatiran akan pertumbuhan. Sentimen risk-off ini cukup berbeda dengan data PMI terbaru yang menunjukkan momentum pemulihan, terutama di sisi jasa. Pasar mulai memposisikan diri untuk menghadapi resesi atau risiko penurunan pendapatan di mana jika suku bunga semakin tinggi, hal itu dapat mengurangi daya beli dan menyebabkan tingkat gagal bayar & risiko kebangkrutan yang lebih tinggi.

Salah satu hal yang kami amati dari perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft adalah perusahaan-perusahaan tersebut mencatatkan pertumbuhan dalam laporan keuangan mereka di 1Q23. Alih-alih melihat bisnis mereka jatuh lebih jauh dari level 4Q22 yang tertekan, seperti yang telah diperkirakan secara luas, tingkat pertumbuhan Big Tech telah kembali naik di 1Q23. Seiring dengan pemotongan biaya besarbesaran yang sebagian berasal dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), peningkatan pendapatan ikut menopang margin keuntungan industri. Kinerja keuangan yang solid dapat meningkatkan kepercayaan di Wall Street. Salah satu hal penting yang sedang terjadi adalah perusahaan – perusahaan teknologi sedang menginvestasikan dana yang besar untuk mengembangkan Artificial Intelligent (AI) dalam membangun mesin pertumbuhan berikutnya. Selain memiliki hasil fundamental yang lebih baik, harga saham teknologi belum banyak tercermin. Hal tersebut menciptakan peluang bagi investor untuk memiliki portofolio global secara bertahap.

 

Homecoming Rally (Domestic Equity Market)

Perekonomian domestik kondusif selama perayaan Hari Raya Idul Fitri. Inflasi di bulan April tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya karena adanya musim panen. PMI Manufacturing tercatat stabil di wilayah ekspansi. Mudik yang dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia berjalan baik secara keseluruhan selama Hari Raya Idul Fitri di mana pemerintah memperpanjang liburan untuk memberi orang lebih banyak waktu untuk berkumpul untuk pertama kalinya sejak pembatasan covid dicabut. Penggerak positif lainnya adalah nilai tukar yang stabil di bawah Rp 15.000 per USD. Poin penting lainnya di bulan April adalah semakin banyak partai politik yang mengumumkan pencalonan presiden sehingga memberi pasar cukup waktu untuk mencerna kondisi politik menuju pemilihan umum pada Februari 2024.

Saham Indonesia berkinerja baik pada April 2023, terutama saham berkapitalisasi besar. Sektor-sektor yang bergerak positif datang dari sektor infrastruktur seperti sektor telekomunikasi, sektor energi, sektor transportasi, sektor bahan baku dan sektor konsumen non-cyclical seperti otomotif. Sektor keuangan yang dulunya menjadi penggerak utama indeks cenderung stabil di bulan April. Secara umum, saham Indonesia masih tergolong murah dibandingkan valuasi historisnya. Saham-saham Indonesia dapat berkinerja yang lebih baik setelah ada lebih banyak kepastian pada kebijakan moneter AS karena investor global saat ini masih berada dalam bayang-bayang risk-off.

Rekomendasi Produk

PRODUK
MGSED Reksa Dana MGSED berinvestasi pada Efek Ekuitas Syariah Luar Negeri di dalam Daftar Efek Syariah.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.
MITRA Reksa Dana MITRA berinvestasi pada saham domestik mayoritas saham Big Cap.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.
MICB Reksa Dana Mandiri Investa Cerdas Bangsa berinvestasi mayoritas pada saham yang termasuk dalam indeks LQ45.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.
MANFIGA Reksa Dana Indeks MANFIGA berinvestasi mayoritas pada saham yang terdapat di dalam Indeks FTSE Indonesia ESG.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
Moinves – www.moinves.co.id

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *