Market Buzz : Testing and Tracing

  • icon-jam03 Juni 2021
  • icon-share
    Shares

Market Buzz : Testing and Tracing

Daily Covid Positive Patient in Indonesia and Jakarta Graph

Sumber: DKI Jakarta

 

Koreksi yang terjadi pada IHSG setelah liburan lebaran dapat dipahami dimana kekhawatiran akan naiknya jumlah pasien covid yang tidak terkendali seperti yang terjadi setelah acara besar keagamaan di India dapat terjadi di Indonesia.

Belajar dari kasus di India maka pemerintah Indonesia melarang untuk melakukan perjalanan keluar kota selama liburan lebaran. Selain itu, pemerintah mendorong testing covid lebih banyak dimana pengetesan di seluruh Indonesia naik 21% WoW dan Jakarta sendiri naik 24% WoW. Hasilya adalah kasus baru pasien covid naik 15% WoW dengan wilayah paling banyak terdapat pada Jabar, Jateng, Jakarta dan Riau (grafik angka positif harian dapat dilihat pada gambar di samping). Rasio jumlah keterisian rumah sakit menjadi 35% pada akhir Mei dari sebelumnya di 30%. Secara umum, kami menganggap Indonesia berhasil menangani penyebaran pandemi pasca lebaran sampai saat ini dimana kenaikan harian angka pasien positif dibarengi oleh testing dan tracing yang dilakukan lebih banyak.

Atas perkembangan pandemi dan progress vaksinasi yang terus berjalan dengan relatif baik, investor dapat melangkah untuk dengan masuk ke reksa dana saham. Banyak data yang menunjukan pemulihan ekonomi yang belum terefleksi dalam pasar saham.

 

Kami merekomendasikan investor membeli produk berikut untuk mempergunakan kesempatan pemulihan ekonomi yang semakin terlihat:

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *