Weekly Market Recap 6 – 10 November 2023

  • icon-jam13 November 2023
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 6 – 10 November 2023

Highlight  ‌

 

Pasar saham bergerak mixed di minggu lalu dengan kenaikan IHSG 0.3% wow ke 6.809 dan penurunan LQ45 0,3% wow ke 901. IndoGb yield bertahan 6,77% (-11bps) dan Rupiah pada kisaran Rp15.690 per USD.

The Fed memberikan pesan bahwa kebijakan moneter AS akan bergerak dengan hati-hati agar dapat terhindar dari risiko kesalahan dalam mengartikan kondisi data yang baik dalam beberapa bulan dan risiko pengetatan yang berlebihan. ECB kembali meyakinkan bahwa suku bunga akan tetap di level tinggi selama diperlukan sampai inflasi kembali 2% sesuai target. Inflasi China kembali mengalami deflasi dan tercatat -0,2% yoy di bulan Oktober 2023 dari bulan sebelumnya 0%.

Pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal ketiga 2023 tercatat 4,95% yoy (1,6% qoq), turun dari kuartal sebelumnya 5,17% yoy (3,86% qoq). Bulan Oktober, cadangan devisa Indonesia turun USD 1,8 miliar dalam sebulan dari USD 134,9 miliar menjadi USD 133,1 miliar. Keyakinan Konsumen meningkat menjadi 124,3 di Oktober 2023 dari sebelumnya 121,7. Penjualan motor turun 4% yoy di Oktober 2023 (vs -0,9% yoy di September 2023) dan penjualan mobil turun 13,9% yoy (vs -20,1% yoy di September 2023). Retail sales domestik di September 2023 tercatat 1,5% yoy, hampir sama seperti bulan Agustus 2023 di 1,1% yoy.

 

Picture of the week

 

 

Pertumbuhan PDB kuartal ketiga Indonesia tercatat 4.94% yoy dengan pertumbuhan konsumsi yang masih terjaga di 5.06% yoy. Konsumsi selalu menjadi pondasi ekonomi Indonesia dan masih dapat lebih tinggi bila Pemerintah meningkatkan penggunaan anggaran dengan lebih besar untuk dikonsumsikan oleh masyarakat. Pengeluaran Pemerintah yang bisa langsung berdampak pada daya beli masyarakat akan dikategorikan pada kelompok konsumsi (C) dan bukan pada sisi belanja pemerintah (G). Dampak dari hal tersebut tentu lebih besar dan efiensien kepada perekonomian Indonesia.

Pada grafik Mandiri Spending Index berdasarkan kelompok penggasilan (Pic 1) menunjukan kelompok masyarakat pendapatan rendah terus meningkat dalam konsumsi, bahkan melampaui kelompok pendapatan menengah. Secara historis, kelompok pendapatan menengah dan atas akan melakukan belanja di akhir tahun. Saat ini Pemerintah memiliki dana yang masih besar untuk didistribusikan dan mulai dilakukan sejak bulan September melalui pemberian beras gratis serta bulan Oktober melalui BLT (Bantuan Langsung Tunai). Bantuan Pemerintah ini yang akan membuat kelompok pendapatan rendah ikut mendorong pertumbuhan PDB di sisi konsumsi.

Kami meyakini bahwa pasar saham yang terlihat stagnan saat ini akan bergerak lebih cepat di 2 bulan terakhir 2023. Investor dapat mengikuti perubahan ini dengan berinvestasi pada RD MICB, RD ASEAN5, RD Indeks FTSE ESG dan ETF Mandiri XMLF.

 

Important Date

 

  • Tuesday, 14 November ’23
    US: Inflation CPI Oct23
  • Wednesday, 15 November ’23  
    ID: Trade balance, Export and Import Oct23
    US: PPI Oct23

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI -1.2% -0.6%
LQ45 -6.7% -3.8%
Saham
MITRA A -9.0% -1.9%
MICB A -7.9% -1.0%
ASEAN5 -9.9% -4.4%
MGSED A -1.5% +14.3%
Indeks
FTSEESG A -8.2% -2.3%
ETF
XMLF -7.3%
Pendapatan Tetap
MIDU -0.91% +1.93%
MIDO2 -2.58% +2.85%
MINION -2.83% -3.28%
IDAMAN -1.40% -0.72%

*Data diatas adalah data per tanggal 13 November 2023

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505 ‌
‌Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi – cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves – www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *