#WMR 2 – 5 Mei 2023

  • icon-jam1 years ago
  • icon-share
    Shares

#WMR 2 – 5 Mei 2023

Highlight  ‌

IHSG dan LQ45 mengalami tekanan pada minggu lalu dengan penurunan masing-masing 1,9% WoW dan 1,7%. Berbeda halnya dengan IndoGB yang relatif menguat menjadi 6,4% dari seminggu sebelumnya di 6,5%.

AS mencatatkan kenaikan ISM PMI Manufacturing dari 46,3 menjadi 47,1 di April 2023, sementara ISM PMI Services masih kuat di posisi 51,9 pada April dari 51,2 di Maret 2023. Non-Farm Payrolls bertambah 253 ribu di April 2023 dari sebelumnya 165 ribu. Tingkat pengangguran kembali menguat ke 3,4% pada April dari sebelumnya 3,5% di Maret dan 3,6% di Februari. Namun, angka lowongan kerja (JOLTs Job Opening) terus mengalami penurunan dan tercatat 9,59 juta di April 2023 dari 9,97 juta di Mei 2023.

ECB menaikan suku bunga acuan menjadi 3,75%, dari sebelumnya berada pada 3,5%. Meskipun naik, namun ini merupakan peningkatan yang lebih rendah hanya 25 bps dibandingkan kenaikan sebelumnya 50 bps. Uni Eropa mencatatkan tingkat pengangguran yang terus membaik ke 6,5% di April dari sebelumnya 6,6%. China mencatatkan PMI Manufacturing 49,5 di April dari 50 di Maret. Namun PMI services masih sangat kuat di 56,4 pada April dari 57,8 di Maret.

Pada kuartal pertama 2023, Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan PDB sebesar 5,03% YoY yang hampir sama seperti kuartal sebelumnya 5,01% YoY. Indonesia mencatatkan inflasi 4,33% YoY di April, menurun banyak dari 4,97% YoY di Maret. Inflasi inti juga mengalami penurunan ke 2,83% YoY di April, dari 2,94% YoY di Maret. PMI Manufacturing meningkat ke 52,7 di April dari sebelumnya di 51,9.

Picture of the week

The Fed menaikan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,25% dan merupakan kenaikan kesepuluh secara berturut-turut dalam setahun serta yang tertinggi sejak 2007. Bank Sentral AS memberi sinyal akan bahwa ada kemungkinan untuk melakukan jeda atas kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga di AS tersebut membawa perbedaan antara suku bunga acuan AS dan Indonesia menjadi hanya 50 bps (Pic 1) dan merupakan yang terendah yang pernah ada. Namun kami memperkirakan Bank Indonesia belum akan menaikan suku bunga acuan karena inflasi domestik yang semakin menurun dan Rupiah yang relatif kuat. Deposito rate 1 bulan tidak menunjukan kenaikan berarti karena likuiditas yang masih besar yang dimiliki perbankan domestik (Pic 2). Kondisi ini memberikan insentif bagi pelaku bisnis untuk berusaha daripada melakukan penempatan di bank. Saham masih menjadi pilihan meski terdapat slogan “sell in may”. Kami masih melihat valuasi dan fundamental sektor bank dan consumer mampu mengangkat saham secara keseluruhan. RD MICB menjadi pilihan utama kami.

Important Date

  • Tue, 09 MAY23 ID: Consumer Confidence Apr23
  • Wed, 10 MAY23 US: Inflation Apr23
  • Thu, 11 MAY23 CN: Inflation Apr23
  • Thu, 11 MAY23 UK: BoE interest rate
  • Thu, 11 MAY23 US: PPI Apr23

 


 

Produk 3M Performance YTD Performance
JCI -1,8% -0,9%
LQ45 -0,8% +0,8%
Saham
MITRA +2,1% +3,5%
MICB +2,5% +2,7%
ASEAN5 +1,6% +2,0%
MGSED -0,5% +10,5%
Pendapatan Tetap
MIDU +0,99% +1,41%
MINION -1,42% -2,85%
MIDO2 +1,52% +3,31%
IDAMAN +1,17% +2,22%

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505 ‌
‌Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves – www.moinves.co.id


 

DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *