#WMR 18 – 22 October 2021

  • icon-jam25 October 2021
  • icon-share
    Shares

#WMR 18 – 22 October 2021

Highlight

 

IHSG bertahan pada posisinya di 6.643 dengan kenaikan tipis 10 poin (0,1%) dalam sepekan. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang ikut bertahan di 970 (turun 2 poin). Selama bulan Oktober, IHSG mengalami kenaikan 5,68% yang didorong dari saham komoditas dan kemudian disusul oleh big caps lain seperti sektor perbankan dan properti. RD MITRA naik 4,85% khusus pada bulan Oktober sendiri.

Kelas aset pendapatan tetap juga mendapat angin segar setelah dengan terjadi penurunan yield dari obligasi pemerintah 10 tahun sebanyak 9bps dalam sepeken menjadi 6,18%. RD MIDU dengan profil durasi pendek dapat naik 0,08% dalam sepekan.

China GDP pada 3Q21 tumbuh 4,9% yoy, meleset di bawah harapan pasar di 5,2% yoy. Inflasi UK bulan September 3,1% yoy, turun dibandingkan bulan Agustus di 3,2% yoy. BoE memperkirakan inflasi pada akhir tahun akan menuju 4% karena harga energi yang tinggi.

BI mempertahankan BI7DRR di 3,50%. Dana PEN sampai pada 15 Oktober mencapai 53,9% dari total Rp744 triliun.

 

Picture of the week

 

 

Bulan Oktober adalah musim laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2021. Mengutip dari analisa Bank of America terhadap perusahaan yang masuk S&P 500 (tidak termasuk sektor keuangan), margin laba bersih akan terus menguat pada tahun 2022(chart 1). Pada grafik tersebut kita dapat melihat marjin laba bersih perusahaan-perusahaan di S&P 500 mengalami tren kenaikan dalam satu decade terakhir. Tren tersebut sebenarnya telah mencapai puncak (11%-12%) pada kuartal ketiga tahun 2018 sebelum pandemi melanda. Pada saat pandemi, marjin laba bersih mencapai titik terendah pada kuartal ketiga 2020 (8%-9%). Berlanjut pada tahun 2021, ternyata marjin pada dua kuartal pertama (12%-13%) telah melampaui masa sebelum pandemi. Meskipun marjin akan kontraksi pada dua kuartal terakhir pada tahun ini, namun pada tahun 2022 marjin laba bersih akan kembali melanjutkan pertumbuhan. Dalam catatan analisa tersebut terlihat bahwa terjadi marjin ekspansi 1,8% dari semester satu 2019 ke semester satu 2021 yang disebabkan lebih karena kenaikan kontribusi gross profit (sales- COGS) yang banyak, sementara pengurangan beban operasional, beban depresiasi, pajak, dan bunga pinjaman tidak terlalu berpengaruh. Kami cukup yakin Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (RD MGSED) dapat ikut mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan marjin ini, karena sekitar 60% dari portfolio RD MGSED masih berada di US.

 

Important Date

  • 25 OCT ID: M2 Sep21
  • 28 OCT Germany: Inflation Sep21
  • 29  OCT ID: FDI 3Q21

 


 

PRODUK 6M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +10,8% +11,1%
LQ45 +8,6% +3,8%
Saham
MITRA +1,9% -1,7%
ASEAN5 +1,5% -3,5%
MGSED +4,1% +7,8%
Pendapatan Tetap
MIDU +3,09% +3,17%
MINION -2,33% -2,03%
MIDO2 +3,32% +0,16%
IDAMAN -0,50% -1,46%

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *