Bond Market Commentary : Desember 2021

  • icon-jam05 Januari 2022
  • icon-share
    Shares

Bond Market Commentary : Desember 2021

Domestic Dominance

 

Setelah tapering dimulai pada November 2021, The Fed melanjutkan langkah berikutnya yaitu mempercepat tapering dengan mengurangi laju pembelian aset bersih bulanan dari sebelumnya USD 15 miliar menjadi USD 30 miliar yang berakhir sepenuhnya pada Maret. Pada saat yang sama, dots FOMC menunjukkan tanda peluang kenaikan suku bunga yang lebih tinggi 3 kali lipat pada tahun 2022 dan 2023. Hal itu adalah sinyal yang baik untuk pasar modal global di mana investor dapat mengharapkan the Fed mulai bertindak melalui kebijakan moneter sebelum ekonomi AS bertumbuh terlampau tinggi hingga overheating sebagaimana tercermin pada perbaikan ekonomi yang stabil saat ini. Maka dari itu, yield dari benchmark Treasury AS 10-tahun merangkak naik hingga 1,55%, termasuk imbal hasil 10-tahun INDOGB di 6,38%. Spread antara kedua imbal hasil benchmark tersebut melebar menjadi sekitar 500 basis poin (bps) yang sebelumnya berada di bawah 450 bps. Rupiah masih relatif stabil dengan didukung kuatnya ekspor komoditas.

Kami melihat likuiditas yang besar masih akan berlanjut hingga tahun 2022 dimana pertumbuhan pinjaman akan meningkat dan BI dapat menggunakan SKB III secara intensif pada tahun 2022. Dengan demikian, kami masih dapat mengharapkan dominansi pembeli domestik pada obligasi pemerintah pada tahun 2022. Sementara kepemilikan asing dari total obligasi pemerintah semakin rendah mencapai 19,8%. Kami melihat investor asing memiliki banyak pilihan untuk memburu nominal yield pada obligasi negara EM yang lebih tinggi dibandingkan nominal yield obligasi pemerintah Indonesia. Kami menetapkan target yield benchmark INDOGB 10–tahun pada kisaran 6,25%-6,75% mengingat perkembangan global dan domestik baru-baru ini. Maka dari itu, kami menurunkan durasi fund kami untuk menurunkan risiko kemungkinan perubahan kebijakan.

 

Rekomendasi Produk

 

PRODUK
MIDU Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah
dan dikategorikan berisiko Rendah – Menengah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

 


Info lebih lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
Moinves – www.moinves.co.id

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *