Weekly Market Recap 18 – 22 Maret 2024

  • icon-jam25 Maret 2024
  • icon-share
    Shares

Weekly Market Recap 18 – 22 Maret 2024

Highlight  ‌

 

Market:

  • Indeks saham global mengalami kenaikan besar dibandingkan indeks saham domestik. S&P dan Nasdaq masing-masing naik 2,3% wow dan 2,8% wow. Sedangkan JCI naik tipis 0,3% wow dan LQ45 -0,1% wow. Namun Reksa Dana saham domestik (RD Mitra, MICB, ASEAN 5) Mandiri Investasi mampu mencetak rata –rata 1% wow. Saham sektor konsumer non-cyclical dan bank yang menopang kinerja saham pada minggu lalu.
  • Bond yield dari IndoGB bertaham di 6,65% meski US Treasury menguat ke 4,2%. Spread saat ini berada pada 246 bps.
  • Nilai tukar Rupiah sedikit melemah ke Rp 15,775 per USD.

Macro:

  • Jepang menaikan suku bunga acuan ke 0,1% dari sebelumnya -0,1%.
  • China loan prime rate 1 tahun dan 5 tahun bertahan pada level masing-masing di 3,45% dan 3,95%.
  • BI Rate bertahan pada level 6,00%, sama seperti deposit facility rate 5,25% dan lending facility rate 6,75%.
  • Pertumbuhan kredit domestik tumbuh 11,28% di Feb24, turun sedikit dari 11,83% di Jan24.
  • Fed Rate bertahan pada level 5,5% di pertemuan bulan Maret 2024.
  • Inflasi Jepang Feb24 naik ke 2,8% yoy dari sebelumnya 2,2% yoy.
  • Inflasi inti Jepang naik ke 2,8% yoy dari sebelumnya 2,0% yoy.

 

Picture of the week

Sumber: PwC, KPMG, Mandiri Sekuritas

 

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rencananya akan dinaikan menjadi 12% pada tahun 2025 dari saat ini 11%. Dengan adanya kenaikan tersebut, maka Indonesia menjadi salah satu negara dengan PPN tertinggi di wilayah (Pic 1). Berdasarkan Kemenkeu, kenaikan PPN 1% di tahun 2022 menjadi 11% menambah pendapatan negara sebesar Rp53,5 triliun (0,3% dari PDB). Sedangkan kenaikan PPN 1% di 2025 menjadi 12% kemungkinan dapat menambah pendapatan negara Rp74 triliun (0,3% dari PDB).

 

Sumber: BPS, CEIC, Mandiri Sekuritas

 

Kenaikan PPN dapat mempengaruhi 60% dari komponen inflasi (CPI basket) Indonesia. Setiap kenaikan 1% PPN dapat berpengaruh 0,9% kenaikan harga barang. Dengan demikian diperkirakan inflasi domestik di Indonesia akan bertambah 55 bps menjadi 3,6% di 2025 dari perkiraan sebelumnya 3,15% (Pic 2). Namun, ada kemungkinan produsen menaikan harga secara gradual sehingga kenaikan inflasi mungkin berkisar di 3,3%. Dengan kondisi ini, aset pendapatan tetap masih menarik karena real yield masih pada teritori positif.

 


 

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +1,6% +1,1%
LQ45 +3,0% +2,7%
Saham
MITRA A +5,5% +4,3%
MICB A +4,5% +3,6%
ASEAN5 +5,0% +3,9%
MGSED A +12,2% +11,0%
Indeks
FTSE ESG A +5,4% +4,4%
ETF
XMLF +4,3% +4,0%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,09% +0,89%
MIDO2 +0,66% +0,38%
IDAMAN -1,37% -1,72%

*Data diatas adalah data per tanggal 22 Maret 2024

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505 ‌
‌Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi – [email protected]
‌Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves – www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *