#WMR 25 – 29 Januari 2021

  • icon-jam04 Februari 2021
  • icon-share
    Shares

#WMR 25 – 29 Januari 2021

Highlights

 

IHSG terkoreksi dalam sebanyak -7,1% dalam seminggu. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya investor yang terkena margin call sehingga terjadi penjualan. Berbeda halnya dengan obligasi pemerintah 10thn justru menunjukan kestabilan di 6,2%. Gubernur The Fed memastikan bahwa kebijakan saat ini berupa pembelian aset yang dilakukan saat ini dan menahan suku bunga di level bawah masih akan terus berlanjut dan belum ada batasan waktu. Dia melihat inflasi yang naik saat ini hanya bersifat sementara dan belum mencapai harapan. The Fed memperbolehkan inflasi untuk naik melebihi 2%. Setelah mendengarkan penyataan tersebut, Treasury yield akhirnya turun ke kisaran 1,0%. Sementara itu, pertumbuhan GDP US untuk 4Q20 dilaporakan berada pada +4% sehingga GDP US untuk tahun 2020 berada pada -3,5%. FDI Indonesia 4Q20 dilaporkan naik 9,9% yoy dari 5,3% yoy di 3Q20. Sumatera dan Maluku menjadi tempat FDI di 4Q20. Secara keseluruhan FDI pada 2020 naik 1,6% yang sekaligus merupakan kenaikan

 

Picture of the week

 

Sumber: Kementrian BUMN, CNBC Indonesia

 

Important Date

 

  • 1 Feb – Indonesia PMI Manufacturing and Inflation
  • 1 Feb – US & China PMI Manufacturing
  • 5 Feb – Indonesia GDP 4Q20 & FY20

 


 

PRODUK 6 MONTH PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +14,7% -4,1%
Saham
MITRA +12,1% -7,3%
ASEAN5 +10,8% -3,2%
MGSED +16,5% +0,6%
Pendapatan Tetap
MIDU +3,55% -0,50%
MINION +1,89% +0,57%
MIDO2 +5,93% -1,82%
IDAMAN +0,73% -0,35%

 


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *