Bond Market Commentary : Juni 2022

  • icon-jam07 Juli 2022
  • icon-share
    Shares

Bond Market Commentary : Juni 2022

Another comeback

 

Bulan Juni 2022 merupakan bulan yang penuh tantangan bagi kelas aset pendapatan tetap, sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk kembali masuk ke pasar obligasi. Melihat kejadian pada bulan sebelumnya, lonjakan yield dari INDOGB menjadi 7,4% (dari 7,0%) di awal 22 Mei dapat diredam oleh ekspektasi penurunan inflasi AS, sehingga imbal hasil INDOGB kembali ke 7,0% pada akhir 22 Mei. Sayangnya, kenyataan berbicara berbeda di mana data inflasi (8,6% pada 22 Mei) melebihi ekspektasi pasar (8,3%). Bank sentral AS tidak memiliki banyak pilihan selain bereaksi terhadap kenaikan 75 bps dalam pertemuan minggu berikutnya dan diperkirakan akan melakukan hal yang sama pada pertemuan yang dijadwalkan pada Juli 2022. Pasar obligasi mengalami koreksi yang dalam untuk menyesuaikan data dan perubahan kebijakan yang menjadi lebih ketat. Imbal hasil Treasury AS telah melonjak hingga 3,5% sebelum turun menjadi 3,1%. Sementara itu, yield dari INDOGB mencapai 7,5% pada pertengahan Jun22 namun dapat menguat kembali menjadi 7,2% pada akhir bulan. Kami mengamati yield spread antara US Treasury bond dan INDOGB dapat bertahan cukup baik di 400 – 420 bps. Hal ini menjadi dasar mengapa kami cukup optimis dengan INDOGB dimana kita telah melihat ketahanan dan kestabilan dari yield INDOGB dalam menghadapi perisitiwa yang mengejutkan.

Kondisi ekonomi yang stabil saat ini didukung oleh kombinasi kebijakan fiskal dan moneter. Kami menilai pemerintah berkepentingan untuk menjaga pemulihan ekonomi dengan menjaga daya beli yang terus tumbuh. Oleh karena itu, rencana untuk menyalurkan subsidi biaya energi harusnya diterima dengan baik oleh pelaku pasar meskipun implementasinya bisa sangat menantang. Kami masih berpendapat bahwa pemerintah memiliki kapasitas untuk mewujudkan subsidi energi karena pencapaian pendapatan negara terlihat meyakinkan (58% dari target tahun 2022 dalam 5 bulan pertama), sedangkan belanja negara masih pelan (35% dari target setahun penuh dalam 5 bulan pertama). Kondisi tersebut bisa memberi ruang bagi pemerintah untuk bertindak dalam memerangi biaya energi yang tinggi. Oleh karena itu, inflasi seharusnya dapat dikelola dengan baik sehingga positif untuk pasar obligasi. Kami juga melihat Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan di 3,5%. Namun, depresiasi Rupiah akhir-akhir ini penting untuk diwaspadai dan kami berharap BI akan berbuat lebih banyak untuk menjaga daya tarik investasi di Indonesia.

 

Rekomendasi Produk

 

PRODUK
MIDU Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah
dan dikategorikan berisiko Rendah – Menengah. Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi – cs@mandiri-investasi.co.id
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
Moinves – www.moinves.co.id

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *