Bond Market Commentary : Maret 2024

  • icon-jam26 Maret 2024
  • icon-share
    Shares

Bond Market Commentary : Maret 2024

Anticipation

 

Pada Maret 2024, bond yield curve di AS masih berada dalam posisi inverted, namun sudah lebih landai, menyusul sinyal dari The Fed yang mengindikasikan potensi pemotongan suku bunga hingga tiga kali dalam tahun 2024. Perkembangan ini telah menciptakan sentimen positif di pasar obligasi, karena spekulasi mengenai pemotongan suku bunga oleh The Fed bisa menciptakan peluang bagi investor, yang berpotensi dapat menurunkan bond yield lebih jauh. Di sisi lain, inflasi AS mungkin masih menghadapi tantangan, meskipun terus mengalami tren penurunan dan hal ini cukup menunjukkan adanya kemajuan.

Sementara itu, diskusi dalam pasar domestik berkisar pada proposal pemerintah untuk meningkatkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1%, dari 11% menjadi 12% pada tahun mendatang. Meskipun hal ini berpotensi mendorong inflasi domestik lebih tinggi, namun diperkirakan tetap berada dalam kisaran 3% hingga 4%, sehingga real yield dari obligasi Indonesia masih tetap dalam wilayah positif. Pelaksanaan kenaikan tarif PPN tergantung pada kondisi ekonomi domestik secara keseluruhan, terutama kekuatan daya beli. Jika daya beli belum menguat, pemerintah kemungkinan tidak akan melanjutkan rencana tersebut.

Saat ini, para investor sedang memantau keputusan The Fed dengan cermat, karena keputusan tersebut dapat berdampak signifikan pada pasar obligasi global dengan mendorong investor global untuk mempertimbangkan kapan harus mengambil sikap yang lebih agresif. Yield spread antara US Treasury dan IndoGB diharapkan tetap pada tingkat saat ini sekitar 250 basis poin, yang lebih mencerminkan kondisi baru saat ini. Dalam hal adanya fluktuasi data ekonomi AS yang menyebabkan koreksi pada yield obligasi, disarankan agar investor memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kepemilikan aset pendapatan tetap.

 

Rekomendasi Produk

 

REKSA DANA PENDAPATAN TETAP
MIDU Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah – menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.
IDAMAN Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.
MIDO2 Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

 


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi – (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi – 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi – [email protected]
Mandiri Investasi – www.mandiri-investasi.co.id
Moinves – www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *