Market Commentary : March 2021

  • icon-jam12 April 2021
  • icon-share
    Shares

Market Commentary : March 2021

Saham

Global

Indeks global mengalami kemajuan pada Maret 2021 yang terpengaruh oleh tema re-opening di seluruh dunia. Saham yang banyak mengalami kemajuan pada bulan Maret adalah value stocks yang diharapkan dapat bergairah kembali sejalan dengan kemajuan ekonomi. Paket stimulus Amerika Serikat sebesar USD 1,9 triliun disetujui oleh kongres dan menjadi pemicu keyakinan bagi masyarakat akan pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Kami berpikir value stocks dapat mengejar ketinggalan dari growth stocks yang sudah berkinerja baik. Meskipun demikian, kami tidak melihat growth stocks akan berkinerja buruk karena growth stocks seperti perusahaan teknologi sudah mempengaruhi banyak bisnis dan manusia dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, kami melihat saat ini investor memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dari aksi pembukaan ekonomi global melalui Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (RD MGSED).

 

Domestik

Pergerakan IHSG tidak bergerak searah dengan pergerakan naik indeks global pada bulan Maret dimana investor global lebih tertarik untuk menangkap peluang dari perekonomian yang kembali dibuka di negara – negara maju. Meskipun beberapa perbaikan data makro sudah terjadi di Indonesia di awal tahun ini, kemajuan ekonomi di negara maju menarik banyak perhatian. Pemerintah Amerika Serikat mendapat persetujuan paket stimulus USD 1,9 trilliun dari kongres pada bulan Maret. Stimulus tersebut memberikan keyakinan bahwa ekonomi Amerika Serikat akan pulih lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. PMI Manufacturing Indonesia di bulan Maret mencapai 53,2 yang menunjukan percepatan pertumbuhan dalam output dan pesanan baru dengan harapan pandemi akan segera berakhir. Namun, volatilitas di pasar obligasi turut membuat kejatuhan di pasar saham domestik. Kenaikan yield obligasi membuat kelas aset pendapatan tetap cukup menarik untuk level saat ini dibandingkan dengan kelas aset saham. Tetapi, kami berpikir koreksi IHSG yang dalam menjadi kesempatan investor untuk membeli karena kemajuan dari pembukaan ekonomi yang terjadi dalam negeri.

 

Rekomendasi Produk

 

PRODUK 6 MONTHS PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
MGSED +10,9% +2,2%
ASEAN5 +11,5% -4,5%
MITRA +17,6% -3,5%

Pendapatan Tetap

 

Bulan Maret 2021 adalah bulan yang lebih tenang dibandingkan bulan sebelumnya dimana yield 10 tahun INDOGB masih naik namun tidak sebanyak bulan sebelumnya. Pertemuan the Fed pada Maret tidak mengubah kebijakan moneter dengan tetap mempertahankan policy rate di level 0,00 – 0,25% dan pembelian aset USD 120 milyar/bulan. Selain itu, the Fed mengharapkan akan mempertahankan policy rate saat ini sampai akhir 2023. Dari sisi domestik, dikarenakan oleh volatilitas market yang tinggi, pemerintah Indonesia melakukan penyesuaian terhadap strategi pembiayaan dengan memperkecil target pelelangan domestik, menggeser penerbitan bond global di 1H21, optimalisasi 2020 budget yang masih tersisa dan mengandalkan Bank Indonesia sebagai pembeli siaga. Bank Indonesia dan perbankan menjadi pembeli utama dari penjualan yang dilakukan oleh investor asing di bulan Maret. Kami masih berpendapat bahwa obligasi Indonesia masih menarik karena perkembangan data makro ekonomi yang membaik. Tahun sebelumnya, investor domestic dan global secara bersamaan mulai positif terhadap INDOGB di kuartal kedua mulai dari bulan April setelah penurunan besar di kuartal pertama 2020. Kami berpikir pengalaman tersebut dapat berulang pada tahun ini dimana bulan April menjadi awal dari kuartal kedua bagi investor untuk menambah kepemilikan di INDOGB.

 

Rekomendasi Produk

 

PRODUK 6 MONTHS PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
MINION -1,22% -1,14%
MIDU +3,05% -0,56%
MIDO2 +2,84% -4,00%
IDAMAN -0,83% -1,46%

Pasar Uang

 

Bank Indonesia mengimplementasi beberapa kebijakan yang kondusif agar perputaran uang lebih baik, seperti memberikan pinjaman (Loan to Value) sampai 100% untuk sektor property dan uang muka 0% bagi sektor otomotif. Selain menurunkan suku bunga acuan di bulan Februari 2021, Bank Indonesia berharap perbankan dapat menurunkan suku bunga pinjaman supaya para pelaku bisnis berkeinginan untuk mulai meminjam uang dari bank. Bank Indonesia ingin mempercepat pemulihan ekonomi dengan memberikan likuiditas yang ada di perbankan kepada sektor riil perekonomian. Hal tersebut tentu mempengaruhi bunga deposito perbankan yang semakin menurun.

 

Rekomendasi Produk

 

PRODUK 6 MONTHS PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
MIPU +1,80% +0,88%
MIPU2 +1,10% +0,50%
MPUS +1,91% +0,94%

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *