Market Buzz : New Weighting, More Opportunities

  • icon-jam06 Mei 2021
  • icon-share
    Shares

Market Buzz : New Weighting, More Opportunities

Sumber: Mandiri Sekuritas, Bloomberg, KSEI, OJK

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah metodologi penyesuaian bobot konstituen indeks – indeks saham dari Full Market Capitalization (berdasarkan kapitalisasi pasar) menjadi Capped Adjusted Free Float Market Capitalization (berdasarkan float saham ke publik). Penerapan pembobotan baru akan berlangsung dari Juni 2021 menjadi Mei 2022 terhadap sekitar 20 indeks.

 

Pada indeks IHSG, sektor yang akan mendapatkan penambahan dari perubahan pembobotan ini adalah sektor bank, infrastruktur dan industri. Sementara sektor konsumer dan materi dasar akan berkurang bobotnya. Kami memandang hal ini akan positif terhadap rencana perubahan ini karena pergerakan saham bisa lebih berdasarkan objektifitas dari fundamental perusahaan dan indeks tidak terkonsentrasi pada saham – saham yang kurang likuid. Hal ini juga mendorong saham berfundamental baik namun belum likuid untuk bisa menambah porsi floating sehingga lebih banyak investor untuk dapat memiliki saham – saham tersebut.

 

Produk Rekomendasi

 

6 MONTH PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
ASEAN5 +7,5% -5,7%
MITRA +12,8% -4,6%

 


 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *