Monthly Macro Review : Re-Opening Effect

  • icon-jam23 Maret 2021
  • icon-share
    Shares

Monthly Macro Review : Re-Opening Effect

Sebagian data dari Februari 2021 menunjukan bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai ada kemajuan meskipun tantangan masih banyak. Vaksinasi masyarakat terhadap pandemic covid – 19 berjalan sesuai yang direncanakan pemerintah. Jumlah pasien positif harian juga menurun banyak sehingga Indonesia dapat dikatakan mengikuti tren kemajuan dalam menghadapi pandemi saat ini. Inflasi di Februari kembali turun, namun Indek Keyakinan Konsumen dan PMI manufacturing cukup baik. Penjualan kendaraan 2W sangat baik di bulan Januari 2021, begitu pula dengan penjualan 4W yang diharapkan lebih baik dengan adanya insentif pajak dari pemerintah. Nilai ekspor dan impor menunjukan kenaikan secara tahunan yang menunjukan pemulihan ekonomi dari pembukaan kembali aktifitas berbagai sektor sedang berjalan baik domestik maupun global.

 

Overview

Penanganan pandemi covid – 19 sudah terlihat semakin baik. Vaksinasi yang terjadi di seluruh belahan dunia mengalami kemajuan yang cukup berarti. Jumlah masyarakat yang menerima vaksin sudah melampaui 54 juta orang pada akhir Februari, sedangkan jumlah pasien baru semakin menurun menjadi di bawah level 400 ribu kasus per hari dari sebelumnya mencapai kisaran 700 ribu kasus per hari di awal Januari 2021. Jumlah pasien baru di Indonesia juga mengalami penurunan drastis dari sebelumnya mencapai level diatas 10 ribu kasus per hari pada awal Januari menjadi kisaran 6 ribu kasus di akhir Februari 2021.

Sementara itu, program vaksinasi di Indonesia berjalan sesuai yang direncanakan oleh pemerintah. Vaksinasi tahap pertama telah dimulai dan akan berlangsung sampai April 2021 dengan menyasar petugas kesehatan (1,3 juta), petugas publik (17,4 juta) dan penduduk lanjut usia (21,5 juta). Sementara itu, tahap kedua akan berlangsung dari April 2021 sampai Maret 2022 kepada masyarakat rentan atau masyarakat di daerah dengan resiko penularan tinggi (63,9 juta) dan masyarakatdengan dengan pendekatan kluster (77,4 juta). Dari data – data yang ada menandakan bahwa vaksinasi mengalami kemajuan eksponensial dalam dibandingkan jumlah kasus baru harian.

Inflasi pada bulan Februari cukup rendah di 1,38%, sementara nilai tukar Rupiah sangat stabil pada kisaran Rp14.000/USD sepanjang dua bulan pertama. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7D RRR dari 4,75% menjadi 4,50% sebagai langkah kebijakan moneter yang akomodatif atas situasi ekonomi Indonesia saat ini. Sementara dari kebijakan fiskal yang ekspansif juga tercermin dari perubahan alokasi dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari yang awalnya Rp 356,2 triliun menjadi Rp699,4 triliun atau hampir 100% dari budjet awal. Kebiajak fiskal lainnya adalah dorongan insentif pajak untuk sektor kendaraan bermotor dan sektor property yang akan langsung dimulai dari Maret 2021.

 

Topic of discussion

  • Jumlah Kasus Covid-19 dan Vaksinasi Global
  • Inflasi jatuh dalam dua bulan berturut-turut
  • Ekspor dan Impor naik secara tahunan yang menandakan pembukaan kembali ekonomi global dan domestik terus terjadi
  • Nominal M1 dan M2 Januari 2021 turun pertama kali secara bulanan sejak Juni 2020
  • Suku bunga acuan kembali turun pertama kali pada tahun 2021
  • PMI Manufacturing Indonesia semakin kuat, namun IKK kembali turun
  • Pemulihan Besar dalam Penjualan 2W di Januari 2021, sedangkan penjualan 4W di Februari 2021 menurun menunggu insentif pajak yang dimulai pada Maret 2021
  • Kesimpulan dan Rekomendasi

Untuk membaca hal-hal yang terjadi di bulan Februari 2021 yang mempengaruhi ekonomi secara makro selengkapnya disini

 


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *