Travelling Berkualitas atau Seadanya?

  • icon-jam18 Januari 2019
  • icon-share
    Shares

Travelling Berkualitas atau Seadanya?

Jalan-jalan adalah kebutuhan, baik penyegaran mental atau konten instagram. Tapi jika ditanya soal tabungan, mereka lebih memilih diam. Bukan karena nggak mau pamer cuma memang mereka tak punya. Kok bisa? Biasanya habis gajian, langsung pesen tiket kereta atau pesawat menuju destinasi berikutnya. Dibalik keseruan seringnya berpergian, sesungguhnya ada penghematan dana. Memang intensitas liburannya sering, namun jauh dari kualitas, misalnya hanya datang ke hotel, istirahat, pergi makan, ke 1 tempat wisata foto-foto, pulang ke hotel lalu tidur. Besoknya bangun, ke 2-3 tempat wisata, keluar hotel lalu pulang. Pernah nggak kalian seperti ini?

 

Coba deh kalian itung, tiap kali pergi sebulan sekali biayanya 1 juta atau 1,5 juta maksimal lalu di kali 12 bulan. Totalnya bahkan kalau kalian mau bersabar sebenarnya tuh bisa backpacking ke negara terdekat. Belum lagi misalnya ternyata gaji pas-pasan harus bayar tagihan tapi tetap pergi demi pengakuan publik. Meski menyenangkan dan terkesan hemat liburan seadanya sebenarnya membuatmu lebih boros. Maka dari itu, tahanlah dirimu dengan mengalihkan ke kegiatan lain misalnya pekerjaan sampingan yang dapat membantumu mendapatkan tambahan. Lumayan banget kan buat liburan selanjutnya?

 

Sementara itu, liburan berkualitas kadang terkesan lebih mahal padahal merencanakan liburan sejak jauh hari itu bisa mendisiplinkan anggaran. Selain itu, kamu dapat mencari tiket transportasi promo hingga penginapan terjangkau. Bandingkan bila semua serba mendadak, otomatis harga akan naik.  Libur terencana akan membawa manfaat yang baik bagi tubuh sebab segalanya tersusun rapi baik dari wisata hingga keuangan. Pos investasi pun juga tak akan terganggu dan kamu tetap memiliki dana simpanan segala kondisi baik yang darurat atau untuk masa mendatang.

 

Makanya, mendingan punya jadwal liburan berkualitas dibanding mengejar kuantitas yang bikin tabungan tak bersisa. Kalau nggak punya tabungan, siapa yang menolongmu dalam waktu terdesak?

Written by

Celixa Yovanka

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *