Market Buzz : Investasi #DirumahAja

  • icon-jam04 April 2020
  • icon-share
    Shares

Market Buzz : Investasi #DirumahAja

Apa yang terjadi dengan market saat ini?

Virus Covid19 telah memukul kebiasaan konsumsi secara serentak hampir di seluruh wilayah Indonesia. Jakarta sebagai epicentrum dari ekonomi dan jumlah terbanyak orang yang terinfeksi sudah melakukan peraturan yang ketat untuk membatasi pergerakan penduduk. Hal ini akan dilakukan juga di Bandung, Semarang dan Surabaya. Dengan demikian hampir seluruh Jawa yang menjadi pendorong pertumbuhan GDP negara ini yaitu sebesar 59% akan terkena dampak yang cukup besar.

Situasi seperti ini tentunya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi di sistem perbankan, infrastruktur, manufaktur, pariwisata, transportasi dll.  Ini adalah usaha untuk menekan meluasnya penyebaran virus. Jika jumlah pasien yang sembuh dapat lebih tinggi jauh daripada jumlah yang meninggal, kita dapat lebih lega dengan harapan bahwa keadaan sudah mulai bisa teratasi.

 

Apa yang dapat dilakukan oleh Pemerintah?

Pada keadaan saat seperti ini Pemerintah dapat menjalankan kebijakan yang sifatnya darurat supaya roda ekonomi dapat tetap berputar. Kita dapat melihat beberapa kebijakan fiskal yang diharapkan diterapkan yaitu:

  1. Pemerintah diharapkan melakukan belanja dalam sektor kesehatan seperti memusatkan orang yang terinfeksi virus Covid19, membeli lebih banyak ventilator, alat sanitasi, obat-obatan. Selain dari sisi perlengkapan, Pemerintah dapat memberikan pendanaan kepada rumah sakit, dokter, suster dan relawan.
  2. Pemerintah dapat menyalurkan likuiditas kepada penduduk miskin dan pekerja informal. Terdapat 29,3 juta orang yang tergolong dalam kelompok miskin dan layak mendapatkan dana dan disrtibusi makanan. Sementara itu, pekerja informal yang berjumlah hampir 70 juta orang seperti pemilik warung, ojek online, penjaga toko di pasar dan lain – lain bisa diberikan bantuan uang tunai senilai Rp 1 juta selama 4 bulan.
  3. Pemerintah memberikan kelonggaran dalam restrukturisasi utang dan pajak sehingga membantu perusahaan untuk menghindari pemecatan terhadap pekerja sehingga perusahan dapat dana tersebut untuk membayarkan penghasilan karyawan.

 

Selain usaha darurat yang direkomendasikan di atas, juga terdapat hal lain yang bisa dilakukan untuk beberapa hal seperti :

  1.  Mendesak masyarakat untuk mendaftarkan keanggotaaannya dalam BPJS Kesehatan dengan meniadakan iuran untuk beberapa bulan kedepan
  2.  Memperluas jangkauan distribusi bantuan makanan
  3.  Meniadakan iuran listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA.
  4.  Menaikan komponen Pengahasilan Tidak Kena Pajak
  5.  Menunda pembayaran pajak bagi UMKM selama beberapa saat

 

Apakah Pemerintah sudah bertindak tepat?

Pemerintah baru saja mengumumkan dana dengan ukuran jumbo yaitu sebesar Rp 405,1 triliun yang terbagi dalam :

  1. Insentif bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun yang diantranya pembelian peralatan kesehatan, upgrade RS, insentif dokter, perawat, tenaga medis dan santunan kematian.
  2. Insentif perlindunagn social sebesar Rp 110 triliun yang diantaranya adalah bantuan tunai kepada keluarga, bantuan sembako, bantuan prakerja/pelatihan, listrik gratis.
  3.  Insentif perpajakan dan stimulus KUR sebesar Rp 70,1 triliun yang diantaranya bebas PPH21 utk golongan kecil, kemudahan impor, restitusi PPN kepada 19 sektor, penundaan pembayaran pokok dan bunga KUR dan penurunan PPH menjadi 22% di 2020 dan 20% di 2021.
  4. Insentif pemulihan ekonomi nasional Rp150 triliun yang diantaranya restrukturisasi kredit dan pembiayaan UMKM.

Kami melihat langkah yang diberikan Pemerintah sudah cukup tepat dan memberikan kelegaan bagi masyarakat Indonesia.

 

Sebaiknya berinvestasi pada instrumen apa yang tepat saat ini?

Menurut kami berinvestasi pada instrumen yield tinggi pada obligasi Pemerintah dalam denominasi USD masih menarik. Indonesia merupakan negara yang masih memberikan yield yang cukup baik diantara negara – negara berkembang lainnya. Kami menyarankan untuk membeli bond yang berduarasi pendek karena risiko lebih rendah dan masih bisa mendapat keuntungan capital gain dari yield yang sempat melonjak akhir – akhir ini.

Kedua, menurut kami instrumen pasar uang. Saat ini likuiditas di perbankan diperbesar karena kegiatan ekonomi yang rendah sehingga perputaran uang sangat rendah. Maka dari itu, perbankan mau memberikan bunga yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Instrumen ini memiliki karakter risiko yang rendah dengan pengembalian keuntungan yang lumayan untuk keadaan saat ini.

 

Apa yang dapat kita lakukan?

“ Melakukan diversifikasi dapat dilakukan jika investor tidak tahu apa yang harus dilakukan” – Warren Buffet

Jika kita tidak memiliki informasi yang cukup untuk bertindak sementara pasar bergerak dengan tidak wajar, Teori Diversifkasi dapat kembali relevan dengan tidak berkonsentrasi pada satu kelas aset/instrument (all eggs in one basket). Jika kita belum melihat adanya titik terang di ujung lorong, sebaiknya kita bisa memecah investasi ke beberapa instrumen seperti ke pasar saham global dengan denominasi USD atau obligasi pemerintah dalam yang berdenominasi USD.

 

Apakah Mandiri Investasi memiliki instrument tersebut?

Mandiri Investasi memiliki beberapa pilihan:

  1.  Obligasi Pemerintah dengan denominasi USD : Reksa Dana MINION dan Reksa Dana IDAMAN
  2.  Saham global yang terdiversifikasi : Reksa Dana MGSED dan Reksa Dana ASEAN5
  3.  Pasar Uang : Reksa Dana MIPU dan Reksa Dana MIPU2

 

Saat ini sudah menjadi waktu yang terbaik untuk membeli?

Tentunya saat ini kita tidak bisa melakukan pembelian secara keseluruhan dari rencana penempatan. Jika kita memiliki dana saat ini, setidak masuk 25% – 30% dari rencana tersebut, dan kemudian masuk bertahap secara berkala.

 

Disclaimer

Investasi dalam pasar modal mengandung resiko dan silakan dipertimbangkan seksama dan bijaksana. Segala keputusan investasi adalah keputusan masing – masing dan MMI tidak dapat disalahkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Written by

Willy Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *