Kesuksesan dari Seorang Penantang Kehidupan

  • icon-jam1 years ago
  • icon-share
    Shares

Kesuksesan dari Seorang Penantang Kehidupan

Duka menyelimuti pecinta superhero di tanggal 12 November lalu. Legenda pencipta superhero Marvel, Stan Lee menghembuskan napas terakhir di Amerika Serikat karena penyakit pneumonia yang dideritanya. Kesedihan sempat diungkapkan oleh para fans melalui media sosial betapa mereka kehilangan sosok insipiratif tersebut. Nama Stan Lee besar melalui proses sehingga apa yang kini dihasilkannya tak lepas dari semua kerja keras dan prinsipnya yang membangun raksasa bisnis Marvel, yaitu:

 

  • Tantangan melengkapi hidup
    Stan Lee pernah mengatakan jika awal karirnya jauh dari keberuntungan. Namun ia menikmati setiap langkah dan menerima tantangan yang membuatnya termotivasi bangkit ke arah lebih baik. Mulai dari office boy, penulis komik sampai suatu hari ia dipercaya menjadi kepala redaksi di Marvel Comics untuk menciptakan karakter pahlawan idola dunia. Berkat karyanya, Stan Lee tetap ada di hati para penggemarnya hingga akhir hayat.

 

  • Jauhi lingkungan negatif
    Pergaulan mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak perihal menentukan keputusan hidup. Stan Lee berpesan untuk sebaiknya mengurangi intensitas komunikasi dengan orang-orang yang berpotensi merendahkan diri kita. Apabila kamu tertarik pada sesuatu, lakukanlah sebab itu yang membuatmu terus berjalan dan mungkin saja itulah sumber penghidupanmu. Bagi Stan Lee, hidup di tengah masyarakat beragam haruslah saling menghormati bukan menjatuhkan.

 

  • Investasi pada kekuatan diri
    Ciptakan kompetisi yang sehat dengan menyalurkan kemampuanmu ke bidang pekerjaanmu saat ini. Fokus mengembangkan diri daripada membandingkan pencapaian orang lain karena kesuksesan itu sifatnya relatif bergantung pada tujuan serta kapasitas diri. Stan Lee berkata bahwa dalam pekerjaan, kita tak hanya mengincar jabatan dan uang semata. Tapi juga apa yang bisa kita berikan ke perusahaan demi kemajuan bersama.

 

  • Mengakui kekurangan
    Buat mayoritas orang, hal tersebut adalah sebuah kelemahan namun tidak bagi Stan Lee. Mengakui suatu kekurangan apalagi ketika dikritik menunjukkan kelapangan dada dan integritas dalam profesionalitas. Daripada saling melimpahkan kesalahan pada orang lain untuk menutupi kekurangan sendiri karena malu hanya akan memperkeruh internal pekerjaan bahkan kelangsungan bisnis. Lebih baik cari solusi melalui strategic thinking dan teamwork agar apapun masalah dapat terselesaikan secara baik.

 

Semoga pemikiran Stan Lee di atas bisa memberimu perspektif berbeda ya  dalam menjalankan bisnis atau bekerja di ranah profesionalitas yang lain dan memberi dampak yang signifikan bagi kehidupan pribadi serta karir.

Written by

Celixa Yovanka

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *